manusia micin?
inspirasi?
ya..
manusia micin karena kebiasaanku yang kerapkali jajan sembarangan, meskipun seringkali merasakan keberadaan micin/penyedap rasa yang ada didalamnya. tentu tak sehat, namun ini merupakan kekhilafan yang indah rupanya :3 *ngek*
inspirasi.. sebuah inspirasi telah menjadi motor penggerak bagi jemari ini untuk kembali goblog eh, go-blog setelah sekian lama hanya selalu mengendapkan berbagai macam ide, pemikiran, pendapat maupun gejolak yang melintas dalam pikiran.
transisi..
pada akhirnya, Allah memberiku kesempatan untuk merasakannya, sebuah jaket almamater berwarna karung goni yang selama ini dikenal sebagai ciri khasnya kampus yang membumi. Universitas Gadjah Mada..
masih teringat, do'a, usaha, hingga kepasrahan diri saat melewati ujian SBMPTN yang lalu,
Yaa Rabb.. Engkau sungguh Mahadekat, Mahamelihat ikhtiar hamba-Mu...
kini, masa transisi itu sedang terjadi. suatu hal yang tak mampu kupungkiri, banyak hal yang membuatku perlu mengumpulkan kekuatan ekstra untuk beradaptasi. berangkat dari sebuah SMA yang belum begitu kompleks keberagamannya, meskipun telah ada satu-dua teman yang berasal dari latar belakang etnis, agama, maupun daerah, menuju sebuah lingkungan dimana terdapat begitu kentalnya nuansa perbedaan, membuat diri ini (hingga sampai saat ini) merasakan begitu shock.
dari yang semula hanya ada "kamu-aku" atau "aku-kowe" diantara kita, kini merambah menjadi hingga "loe-gue" dalam interaksi saya dan anda..
oke, ini tak separah yang dibayangkan.. tapi bagi saya yang merupakan manusia berdarah campuran *tsaah* sanguinis dan kholeris (bahkan dilematis *eh) , butuh sebuah penyesuaian yang cukup untuk dapat memposisikan diri ditengah lautan ragam nusantara dalam miniatur indonesia ini.
so.. let's enjoy the new world, lingkungan baru bukan berarti harus geger budaya lama-lama.. bukan berarti harus terbawa arus juga untuk bisa diterima, so far i can enjoy it, meskipun memang harus beradaptasi beberapa saat.. jadi diri sendiri dan tetap memegang teguh prinsip pribadi, itu lebih baik
mari kita belajar dari rotan: dia elastis dan mampu menjadi apa saja, namun tetap menjadi jati dirinya sendiri, sebatang rotan.. :)
so.. let's enjoy the new world, lingkungan baru bukan berarti harus geger budaya lama-lama.. bukan berarti harus terbawa arus juga untuk bisa diterima, so far i can enjoy it, meskipun memang harus beradaptasi beberapa saat.. jadi diri sendiri dan tetap memegang teguh prinsip pribadi, itu lebih baik
mari kita belajar dari rotan: dia elastis dan mampu menjadi apa saja, namun tetap menjadi jati dirinya sendiri, sebatang rotan.. :)