Senin, 03 November 2014

ini tentang kita. kemarin, sekarang, dan nanti.

hai~ udah lama aja ngga nggo-blog. (sok) sibuk? iya nih, sibuk jadi mahasiswa kupu-kupu :p
*cie mahasiswa cie~~

hari ini genap udah (sekitar) 2 bulan aku kuliah di Fisipol UGM. dijurusanku, Sosiologi awalnya aku merasa kaget dengan sistem kuliah yang dalam kelas kami berjumlahkan sekitar 70 orang. berisik? nggak juga sih, setidaknya awal-awalnya doang. habis itu, yah... you knowlah~

keadaan perkuliahan semakin asik-asik monoton. bahkan bisa dibilang jurusanku di Fisipol bisa jadi jurusan paling selo. kami kuliah paling cuma berapa jam, dengerin dikelas (syukur-syukur ga ngantuk pas dosen ngisi), makan, pulang~ esai, paper, presentasi so far belum begitu menggunung daripada punyanya jurusan lain. karena keseloan inilah kami seangkatan menyebut Sosiologi sebagai "Soselogi" atau "Soselogay" karena kebiasaan teman-teman laki kami yang sebagian besar binal-binal homoh, baik yang masih terkonsep dalam pembicaraan digrup Line maupun realisasi didunia nyata. ppftt..

btw, jumlah angkatan kami pun semakin menyusut karena sebagian ada yang pindah STAN (man...) atau ada juga yang lebih suka balik kedaerah asalnya. (buat Yudha sama Bimo, semoga kalian tau kalo kelas kadang masih ngomongin kalian, minimal nyebut nama kalian lah~) yah, at least tinggal 69an manusia penghuni jurusan angkatan kami. sepi zi? gak juga...
kami sering kedapetan kelas digedung Fisipol yang baru *hazek* dan entah napa sering sebelahan sama anak-anak HI. you know? bagai langit dan selokan hehe. kami bahkan sering karaokean ataupun dangdutan geje dengan memanfaatkan fasilitas wifi kampus yang aduhai. tehe. berisiknya kami bahkan kedengaran sampai lantai 2, padahal kami ada dilantai 3.

selain dinamika manusianya yang super, kayak si kembar tak identik *jangan2 #kembaryangTertukar Rachim-Rachman dimana si rachim anak jurusanku dan kembarannya anak HI (jadi mereka sering "berjodoh" kelasnya ,bahkan pernah tanding basket mewakili jurusan masing-masing) , Nur yang bak "bidadari" Sosiologi, Raisa galauers, Onnia yang homesickers, dan lalala~
disini, dinamika itu tak berhenti sampai disitu. perbedaan ideologi yang diusung ditiap kepala mahasiswapun mewarnai kehidupan perkampusan.

jujur, dijurusanku justru berkumpul berbagai pemikiran barat yang tentunya masing-masing pemikiran ini sedikit memusingkan.. okelah, kita fokus lagi.
jadi, begitu banyak ideologi atau setidaknya pandangan yang bercokol ditiap manusia Fisipol membuatku kadang diam-diam suka mengamatinya. bahkan, pada awal pertemuan kuliah dikelas, temanku ada yang secara gamblang mengungkapkan ketertarikannya dengan Karl Marx. dia marxis? entahlah.. sejauh kulihat orangnya baik dan nyentrik ^^ dan masih banyak lagi. tak hanya itu, "perang" pemikiran pun kerapkali dilancarkan entah melalui propaganda, hingga melalui berbagai media komunikasi yang ada,

kemajemukan ideologi beserta penyebarluasannya ini tak hanya mencakup dikalangan mahasiswa namun juga merambah hingga para dosen kami, meskipun aku tidak menggeneralisirnya. disini tak semuanya kok. tapi jelas terasa dosen A atau B cenderung condong atau memiliki pandangan kearah mana. disini, membuatku sedikit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan karakteristik dosen-dosen yang ada, karena hal ini juga mencangkup hal yang lebih urgent -> materi, nilai (mungkin?)

begitupun dengan temanku yang lain, teman-temanku tak sedikit yang memiliki sikap kritis yang tajam, analisis yang dalam serta hobi berdiskusi dengan tema-tema pembicaraan yang "berat"
berada disini benar-benar membuka pikiranku, sekaligus memberi tantangan tersendiri untuk bagaimana bisa tetap open mind dengan tetap memegang teguh prinsipku. btw, sekarang akupun mulai tertular kebiasaan yang ada disekitarku: it's about discuss. ya, kini aku mulai suka bertukar pikiran ataupun minimal berdiskusi mengenai materi kuliah yang disampaikan dosen. buku-buku yang dilahap pun mengalami perubahan yang sama dengan "sedikit" menjadi lebih berat. setidaknya hal ini bisa melengkapi kebiasaan lamaku: coffe :D

'yah, ditengah keseloanku aku kini sedang berusaha kembali menyusun agendaku untuk mengurus beberapa amanah yang secara tak langsung aku emban seperti forkoma, adik-adik rohis, adik-adik mentoring, Jamaah Shalahuddin (mungkin?), Keluarga Mahasiswa Sosiologi (mungkin?) *ternyatabanyakjuga*
oke, sekian gini aja sih. *beralih #kePaperDosen

nb: ohya, kantin FTP lumayan murah-murah. kantin Fisipol lumayan lebih mahal, tapi sifatnya relatif.

Sabtu, 30 Agustus 2014

transisi

sebagai permulaan, aku bukanlah siapa-siapa dibanding kamu atau dia. cuma seorang manusia micin yang ingin berbagi yang berawal dari pagi ini yang begitu menginspirasi.
manusia micin? 
inspirasi?

ya..
manusia micin karena kebiasaanku yang kerapkali jajan sembarangan, meskipun seringkali merasakan keberadaan micin/penyedap rasa yang ada didalamnya. tentu tak sehat, namun ini merupakan kekhilafan yang indah rupanya :3 *ngek*

inspirasi.. sebuah inspirasi telah menjadi motor penggerak bagi jemari ini untuk kembali goblog eh, go-blog setelah sekian lama hanya selalu mengendapkan berbagai macam ide, pemikiran, pendapat maupun gejolak yang melintas dalam pikiran.

transisi..

pada akhirnya, Allah memberiku kesempatan untuk merasakannya, sebuah jaket almamater berwarna karung goni yang selama ini dikenal sebagai ciri khasnya kampus yang membumi. Universitas Gadjah Mada..
masih teringat, do'a, usaha, hingga kepasrahan diri saat melewati ujian SBMPTN yang lalu,

Yaa Rabb.. Engkau sungguh Mahadekat, Mahamelihat ikhtiar hamba-Mu... 

kini, masa transisi itu sedang terjadi. suatu hal yang tak mampu kupungkiri, banyak hal yang membuatku perlu mengumpulkan kekuatan ekstra untuk beradaptasi. berangkat dari sebuah SMA yang belum begitu kompleks keberagamannya, meskipun telah ada satu-dua teman yang berasal dari latar belakang etnis, agama, maupun daerah, menuju sebuah lingkungan dimana terdapat begitu kentalnya nuansa perbedaan, membuat diri ini (hingga sampai saat ini) merasakan begitu shock. 
dari yang semula hanya ada "kamu-aku" atau "aku-kowe" diantara kita, kini merambah menjadi hingga "loe-gue" dalam interaksi saya dan anda.. 
oke, ini tak separah yang dibayangkan.. tapi bagi saya yang merupakan manusia berdarah campuran *tsaah* sanguinis dan kholeris (bahkan dilematis *eh) , butuh sebuah penyesuaian yang cukup untuk dapat memposisikan diri ditengah lautan ragam nusantara dalam miniatur indonesia ini.
so.. let's enjoy the new world, lingkungan baru bukan berarti harus geger budaya lama-lama.. bukan berarti harus terbawa arus juga untuk bisa diterima, so far i can enjoy it, meskipun memang harus beradaptasi beberapa saat.. jadi diri sendiri dan tetap memegang teguh prinsip pribadi, itu lebih baik
mari kita belajar dari rotan: dia elastis dan mampu menjadi apa saja, namun tetap menjadi jati dirinya sendiri, sebatang rotan.. :)